POPULARITAS PENGGABUNGAN USAHA DI INDONESIA

             Di era globalisasi ini, persaingan di dunia bisnis berkembang semakin pesat dan  ketat. Hal ini ditandai dengan semakin banyak bermunculan perusahaan baru di berbagai sektor dengan kualitas yang sangat baik. Agar tidak tergerus dengan adanya perusahaan baru tersebut maka perusahaan dituntut untuk selalu mengembangkan usaha dan selalu memperbaiki kinerjanya. Salah satu cara yang dapat ditempuh perusahaan adalah dengan melakukan ekspansi.

              Ekspansi bisnis merupakan suatu proses perluasan atau pengembangan usaha dengan tujuan mencapai efisiensi dan meningkatkan kinerja perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu ekspansi internal (Internal Growth) dan ekspansi eksternal (External Growth). Ekspansi internal adalah pengembangan perusahaan yang dilakukan tanpa melibatkan organisasi di luar perusahaan misalnya penggunaan metode penjualan baru, penekanan biaya produksi, peningkatan  kapasitas produk, dll.  Sedangkan ekspansi eksternal adalah pengembangan perusahaan yang melibatkan organisasi di luar perusahaan misalnya penggabungan usaha.

               Pengabungan usaha merupakan cara yang dilakukan perusahaan untuk menjaga eksistensinya dalam dunia bisnis. Salah satu bentuk penggabungan usaha adalah dengan akuisisi. Akuisisi (acquisition) adalah proses penggabungan dua atau lebih badan usaha dengan membeli sebagian saham atau aset perusahaan, tetapi perusahaan tersebut masih berdiri sendiri-sendiri. Dengan akuisisi perusahaan dapat menghemat waktu untuk memasuki pasar baru tanpa harus membangun usaha dari awal.

           Di Indonesia,  aktivitas akuisisi semakin banyak dilakukan seiring dengan perkembangan pasar modal yang semakin pesat. Selain itu dengan adanya peraturan perundang-undangan  yang mempermudah masuknya investor asing juga meningkatkan aktifitas akuisisi di Indonesia.

                 Selain akuisisi, bentuk penggabungan usaha lain yang dapat dilakukan perusahaan adalah merger dan konsolidasi. Akan tetapi yang populer dalam perbisnisan di Indonesia adalah merger dan akuisisi.

           Alasan yang mendasari perusahaan melakukan merger dan akuisisi adalah untuk mendapatkan sinergi atau nilai tambah. Sinergi yang terjadi bilamana 2 ditambah 2 tidak sama dengan 4 tetapi lebih besar dari 4 (Lukas Setia Atmaja, 2003). Artinya harapan atas penggabungan dua perusahaan tidak hanya sampai menggabungkan dua kekayaan saja akan tetapi terjadi pertumbuhan yang berkesinambungan setelahnya.

             Salah satu perusahaan di Indonesia yang melakukan penggabungan usaha adalah PT. Astra International Tbk yang bertindak sebagai pengakuisisi (Acquiror) dengan  PT General Electric Services sebagai perusahaan yang diakuisisi (Acquiree). Akuisisi tersebut didasari motivasi untuk mencapai sinergi yang akan menaikan nilai perusahaan terutama bagi PT. Astra International Tbk yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

                  PT. Astra International Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, jasa Keuangan, alat berat, pertambangan dan energi, agribisnis, teknologi Informasi, infrastruktur dan logistik yang berkedudukan di Jl. Gaya Motor Raya No. 8 Sunter II – Jakarta Utara, Jakarta 14330 , Indonesia. Telepon  (021) 6522555, fax  (021) 6512058, email purel@ai.astra.co.id dan website www.astra.co.id.

                 PT General Electric Services (“GE Services”) merupakan perusahaan yang didirikan pada tanggal 25 Juni 1998 dalam rangka Penanaman Modal Asing sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan izin yang diperoleh dari Badan Koordinasi Penanaman Modal. GE Services berkedudukan di Jakarta dan beralamat di Gedung BRI II, Lantai 25, Jalan Jenderal Sudirman No. 44-46 Jakarta Pusat. Anggaran Dasar terakhir GE Services ialah sebagaimana diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI tanggal 9 Januari 2009 No. 3 yang pemberitahuan perubahannya disimpan di dalam database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi  Manusia RI berdasarkan Keputusan No. AHU-48065.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 5 Agustus 2008.

                 Astra mengambilalih saham GE Services sebanyak 38.758 (Tiga Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Delapan) lembar saham dengan nilai total sebesar Rp 1.957.084.878.427,- (Satu Triliun Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Miliar Delapan Puluh Empat Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Rupiah) atau 100% dari saham yang dimiliki oleh GE Capital Corporation, GE Capital Hongkong, dan GE Capital International Holdings. Transaksi tersebut telah efektif secara yuridis pada tanggal 23 Desember 2010.

                  Banyaknya perusahaan yang melakukan penggabungan usaha seperti y ang dilakukan Astra dengan GE Services dilatarbelakangi dengan berbagai motif. Seperti yang di ungkapkan Abdul moin tahun 2003 dalam R. Serfianto tahun 2011yaitu perusahaan yang melakukan penggabungan usaha meliputi empat macam motif sebagai berikut:

  1. Motif Ekonomi, dengan mampu menciptakan nilai (value creation) bagi perusahaan dan pemegang saham.
  2. Motif Sinergi, yaitu nilai tambah nilai perusahaan.
  3. Motif Diversivikasi, yaitu strategi pemberagaman bisnis.
  4. Motif Nonekonomi, berupa prestise dan ambisi yang berasal dari manajemen perusahaan atau pemilik perusahaan.

Sumber            :

R. Serfianto, Inswi Hariyani, & Citra Yustisia S., 2011, Merger, Konsolidasi, Akuisisi & Pemisahan Perusahaan: Cerdas Cermat Mengembangkan & Memajukan Perusahaan, Cetakan Pertama, Visimedia, Jakarta.

Lukas Setia Atmaja, 2003, Manajemen Keuangan, Edisi Revisi, ANDI, Yogyakarta.

http://www.kppu.co.id  (27 juni 2013)

http://www.astra.co.id  (26 Mei 2013)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s