Kecurangan dari “Kelas Bawahan”

          Di zaman yang serba susah ini, marak sekali terjadi kecurangan-kecurangan. Kecurangan itu dilakukan mulai dari kalangan atas seperti para koruptor sampai dengan kalangan bawah seperti rakyat jelata. Mengapa saya katakana kecurangan, hal itu dikarenakan dapat merugikan atau menyusahkan orang lain.

          Jika kita perhatikan, di berita-berita televisi banyak sekali kasus kecurang yang dilakukan para produsen yang menjual barang dagangannya. Hal ini mungkin dilakukan karena mereka ingin meraup untung lebih besar dengan modal yang jauh lebih rendah. Mungkin ini juga dikaenakan oleh perekonomian yang semakin melemah.

          Jika kita membahas tentang kecurangan yang dilakukan di kalangan atas alias para koruptor, hal itu sudah biasa dan bosan kita bicarakan di egeri kita yang tercinta ini. Akan tetapi marilah kita membahas kecurangan-kecurangan yang dilakukan di kalangan bawah seperti halnya dengan para produsen di Indonesia.

          Sudah banyak sekali kasus yang ada menyangkut dengan kecuranan produsen  atau “produsen nakal” di Indonesia mulai dari produsen makanan, minuman, sampai kosmetik. Contohnya saja agar-agar terbuat dari air sungan atau kali yang sangat kotor dan juga menggunakan pewarna tekstil. Yang saya heran dari kasus ini adalah si produsen nakal yang menjajakannya kepada anak kecil tidak memperbolehkan anaknya sendiri untuk memakan agar-agar buatannya itu.

        Jika kita bahas satu-persatu banyak sekali contoh kasus tentang kecurangan para produsen nakal yang sangat merugikan masyarakat. Mulai dari “bakso tikus”, “gorengan plastik”, “tahu formalin”, “beras berpemutih”, dan lain sebagainya.

         Contoh lainnya yang baru-baru ini yaitu “bedak dari bata”. Tahukah Anda ternyata dari bedak pun bisa dilakukan kecurangan dengan membuat atau meracik bedak itu sendiri tanpa aturan-aturan. Bahan dasar bedak tersebut adalah tawas, serta bahan kimia berbahaya lain. Selain itu yang paling mencengangkan adalah bedak tersebut memakai batu bata dan juga semen putih. Apakah Anda dapat membayangkan jika Anda yang memakai bedak kecantikan tersebut? Yang awalnya ingin tampil cantik atau menutupi segala kekurangan dengan bedak alhasil akan membuat kulit wajah Anda menjadi rusak parah.

          Kebanyakan dari produsen-produsen nakal tersebut mendapatkan bahan-bahan kimia tersebut dengan sangat mudah di pasaran. Hal ini seharusnya sangat diperhatikan agar mereka tidak dengan mudah mendapatkan bahan-bahan kimia tersebut. Ini karena jika masyarakat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan kimia akan banyak kemungkinan akan disalah gunakan oleh masyarakat yang membeli bahan kimia tersebut.

          Menurut saya hal ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Hal yang mungkin harus dilakukan adalah mentri perdagangan Indonesia harus secara tegas menghilangkan segala bentuk kecurangan-kecurang yang dilakukan oleh para produsen demi kenyamanan para konsumen di Indonesia.

          Seharusnya undang-undang yang mengatur tentang perdagangan di Indonesia harus lebih ditegaskan agar tidak akan muncul lagi produsen-produsen yang curang demi meraup untung lebih besar.

          Jika sudah seperti ini, bagaimana bangsa ini mau maju jika para rakyatnya terus mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak bergizi apalagi berbahaya dengan kandungan bahan-bahan kimia yang sangat membahayakan tubuh. Mungkin efek dari semua itu tidak kita rasakan dalam waktu dekat, akan tetapi lima sampai sepuluh tahun kemudian mungkin kita baru merasakan dampak dari bahan-bahan kimia yang sering masuk ke dalam tubuh kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s