Merokok “Nikmat Membawa Petaka..”

          Di zaman sekarang ini, merokok merupakan suatu hal yang sangat lumrah dilakukan di kalangan masyarakat. Tidak sedikit pula perokok dari kalangan “berpendidikan”.

          Saya sendiri pun tidak mengerti mengapa banyak sekali orang berpendidikan yang menjadi seorang perokok. Padahal, kita ketahui bahwa di kemasan rokok tersebut telah tertera kalimat yang menyebutkan dampak dari merokok itu sendiri. Kalimat tersebut menyatakan bahwa “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, hipertensi gangguan kehamilan dan janin”.

          Menurut saya itu sama halnya jika kita menemukan sebungkus kemasan yang bertuliskan “racun tikus” di meja makan rumah Anda, Akan tetapi Anda malah memakan racun tikus tersebut walaupun telah tertera bacaan bahwa itu merupakan “racun tikus”.

          Untuk seorang yang berbpendidikan minimal seorang yang bisa membaca, seharusnya tahu bahwa menjadi seorang perokok itu hanya dapat merugikan diri sendiri saja.

          Mungkin bisa dimaklumi jika dampak-dampak yang diterakan hanya dapat menimbulkan penyakit-penyakit “sepele” seperti “Merokok dapat menyebabkan pilek, pusing demam, masuk angin, dan meriang”. Akan tetapi kenyataannya tidak seperti itu, melainkan dampak-dampak yang dituliskan pada kemasan rokok tersebut merupakan penyakit yang sangat-sangat serius. Tapi mengapa mereka masih saja menjadi seorang perokok?.

          Jika kita ketahui, didalam rokok mengandung zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh. Zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar dan Nikotin. Tar mengandung ribuan bahan radioakti yang menjadi penyebab kanker. Sedangkan Nikotin mempunyai zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan, ini yang menyebabkan para pengguna rokok sulit sekali untuk berhenti merokok.

          Selain dapat merugikan diri sendiri, merokok juga dapat merugikan orang lain di sekitar Anda. Karena jika Anda merokok pastinya akan menghasilkan asap yang mengandung unsure CO2. Jika asap rokok tersebut terhirup oleh orang lain, makan asap tersebut akan menjadi racun untuk si penghirup asap tersebut.

          Apabila seseorang menghirup gas CO2, maka dalam tubuh manusia gas tersebut akan sangat mudah diikat oleh HB (hemoglobin) yang seharusnya HB mengikat O2.

          Mungkin jika kita tanyakan mengapa orang yang merokok bisa menjadi pecandu rokok, kebanyakan dari mereka menjawab karena kenikmatan dari merokok itu sendiri. Akan tetapi apalah arti dari sebuah kenikmatan jika kenikmatan tersebut membawa masalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s