Logam atau Permen?

          Diera yang serba modern seperti saat ini, salah satu tempat yang tak pernah sepi pengunjung adalah pusat-pusat perbelanjaan seperti supermarket. Supermarket saat ini telah menjadi salah satu tempat faforit para konsumen untuk menghabiskan uang mereka. Mungkin itu dikarenakan produk-produk yang ditawarkan sangat bervariasi.

          Tapi tahu kah Anda? Saat Anda telah selesai memilih barang-barang yang Anda butuhkan disupermarket, dan hendak membayar semua belanjaan Anda di kasir, sering kali terjadi tanpa kita sadari kita membayar sesuatu yang tidak kita ingin beli. Barang itu adalah permen.

          Sering terjadi jika dari uang pembayaran belanjaan kita masih mempunyai kembalian receh atau logam, biasanya seorang kasir langsung memberikan permen sebagai pengganti dari uang kembalian tersebut. Permasalahannya adalah ketika seorang penjaga Kasir mengganti uang logam tersebut dengan permen tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada pembeli apakah ia mau atau tidak uang kembaliannya ditukar dengan permen.

           Dimisalkan satu buah permen dihargai Rp.250,- per permennya. Pada satu hari, setiap orang pembeli diberikan 3 buah permen untuk setiap uang kembalian. Sedangkan dalam suatu supermarket, pengunjungnya bisa mencapai ribuan orang pengunjung. Kita anggap saja pengunjung dari suatu supermarket adalah 1000 orang per hari. Jika kita kalikan Rp250,-(harga satu buah permen ) dengan 3 permen (jumlah permen untuk satu pembeli) maka akan diperoleh angka Rp.750,-. Kemudian Rp.750 dikalikan lagi dengan 1000 (jumlah pengunjung perhari) maka akan diperoleh angka Rp.750.000,-. Jka hasil tadi dikalikan dengan 30 hari (jumlah hari dalam sebulan) maka akan diperoleh angka Rp.22.500.000. Dan jika kita kalikan lagi dengan jumlah bulan dalam setahun maka akan diperoleh angka Rp. 270.000.000,-

          Coba bayangkan betapa besarnya pendapatan yang dihasilkan dari “penjualan” permen tersebut. Jika kita hitung kembali, penghasilan perbulan dari permen tersebut dapat digunakan untuk menggaji 17 orang pekerja per bulannya dengan anggapan upah minimum.

          Akan tetapi tidak semua kasir yang tidak menanyakan terlebih dahulu untuk menggunakan uang kembalian tersebut. Banyak juga dari mereka yang lebih dulu memberitahukan bahwa tidak adanya kembalian receh yang harus dikembalikan dan menanyakan apakah mau atau tidak pembeli untuk menerima permen sebagai ganti dari uang kembalian mereka. Tapi apabila si Kasir tidak menanyakan terlebih dahulu apakah pembeli mau menukarnya dengan permen, sebenarnya pembeli berhak untuk meminta uang kembalian tersebut dari pada permen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s