Tugas…tugas…dan Tugas…

          Untuk membuat seorang murid menjadi rajin belajar, biasanya para guru menggunakan metode pemberian tugas kepada anak muridnya. Metode itu dilakukan dengan alasan  karena apabila seorang murid diberikan tugas maka secara tidak langsung mereka akan membuka buku pelajarannya dirumah dan secara tidak langsung pula mereka belajar dari tugas-tugas tersebut. Begitu pula yang dilakukan oleh banyak dosen-dosen diberbagai universitas.

          Banyak Dosen yang selalu memberikan tugas yang secara berlebihan  disetiap pertemuannya, dengan kuantitas yang cukup menguras tenaga seperti dalam segi waktu, tenaga, pikiran maupun jumlah tugas yang diberi. Mungkin hal ini dilakukan para Dosen untuk mengejar target pencapaian SAP yang sudah ada. Atau mungkin metode itu digunakan oleh para dosen agar mahasiswanya dapat membuka kembali buku pelajarannya dirumah?

          Menurut saya, tidak semua orang cocok dengan metode pembelajaran seperti ini. Seperti apa yang saya rasakan, metode pemberian tugas yang berlebihan ini cocok digunakan untuk anak yang masih duduk dibangku sekolah, seperti SD, SMP, dan SMA. Karena pada umumnya anak yang masih duduk dibangku sekolah kurang dapat menentukan apa yang baik untuk dirinya dan masa depannya.

          Metode ini mungkin untuk sebagian orang. Tapi untuk ukurang seorang mahasiswa yang pada umumnya sudah tahu arah dan tujuannya masing-masing kedepan, saya rasa metode ini tidak lagi harus diberikan. Dan saya adalah mahasiswa yang termasuk tidak cocok dalam metode pembelajaran seperti ini. Karena dari penyelesaian-penyelesaian tugas-tugas tersebut pada umumnya, mahasiswa hanya mengejar nilai saja tetapi tidak pada pemahamannya. Pemahaman saya sendiri akan lebih maksimal apabila belajar dengan cara kemauan sendiri dan tanpa keterikatan kewajiban tugas-tugas tersebut.

          Saya pribadi merasa Dosen-dosen dari berbagai mata kuliah sering menggunakan metode tersebut. Memang tidak disalahkan juga jika Dosen memberikan tugas kepada mahasiswanya, akan tetapi seharusnya dalam konteks sewajarnya.

          Sesuai dari pengamatan saya dikalangan mahasiswa, banyak dari mereka yang juga mengeluhkan hal yang sama. Seperti intensitas waktu istirahat dan refreshing  yang kurang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s